Perkenalan Awal Sprung Chepy (Part 1)
Sebuah kisah yang ku anggap sebagai kenangan indah, tapi kau anggap sebagai kesalahan terbesar.
Kisah yang dimulai sejak 8 Agustus 2008, kisah antara aku dan dia.
Kisah itu berawal ketika kami duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas dua.
Saat itu, aku hanya gadis tomboi yang tak pernah berfikir tentang cinta dan cowok.
Sebenarnya kami sudah cukup lama mengenal, bagaimana tidak? kami sudah sekelas sejak awal masuk sekolah dan mungkin saja kita pernah bercakap-cakap bersama beberapa kali.
Tapi anehnya, namanya sama sekali tak melekat dalam otakku.
Jangankan alamat! tanggal lahir atau apapun itu, aku tak tahu.
Aku benar-benar tak mengingat tentangnya.
Aku benar-benar tak mengingat tentangnya.
Awal aku mengenalnya adalah awal dimana aku mulai membencinya.
Bagaimana tidak?
Dia duduk tepat di belakangku, tetapi selalu saja menggangguku.
Dia duduk tepat di belakangku, tetapi selalu saja menggangguku.
Ahh entahlah benar-benar tak punya atau itu menjadi bagian dari modusnya!.
Apapun itu, aku benci setiap kali dia meminjam peralatan tulisku, terus-menerus.
Serius ya, ini bukan karna aku pelit, tapi karna aku capek harus bolak-balik badan buat minjemin dia, sebut saja Tip-X.
Apapun itu, aku benci setiap kali dia meminjam peralatan tulisku, terus-menerus.
Serius ya, ini bukan karna aku pelit, tapi karna aku capek harus bolak-balik badan buat minjemin dia, sebut saja Tip-X.
Ahh, aku benar-benar membencinya, setiap kali dia meminjam Tip-X-ku.
Saat itu, aku selalu berfikir bahwa dia cowok yang tak bermodal.
Bagaimana mungkin dia tidak mampu membeli tip-X jika gaya busananya saja bisa dibilang cukup keren.
Lama-kelamaan aku mulai jenuh dengan aktivitas pinjam-meminjam ini yang kemungkinan besar bisa bikin aku bangkrut uang saku.
Setelah melalui pemikiran yang cukup dalam dan penuh pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidak akan meminjamnya Tip-X lagi.
Bagaimana mungkin dia tidak mampu membeli tip-X jika gaya busananya saja bisa dibilang cukup keren.
Lama-kelamaan aku mulai jenuh dengan aktivitas pinjam-meminjam ini yang kemungkinan besar bisa bikin aku bangkrut uang saku.
Setelah melalui pemikiran yang cukup dalam dan penuh pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidak akan meminjamnya Tip-X lagi.
Komentar
Posting Komentar